B.I iKON Diduga Pernah Coba Beli Narkoba + Bantahan YG Entertainment

Media Dispatch merilis berita tentang B.I iKON yang diduga mencoba membeli narkoba.

Update: B.I Umumkan Keluar Dari iKON Menyusul Skandal Narkoba

Muat Lebih

Laporan tersebut mengatakan bahwa B.I mencoba membeli marijuana dan LSD (lysergic acid diethylamide) di tahun 2016 dan polisi tidak menginvestigasinya meskipun mengetahui hal tersebut.

Seorang perempuan yang bernama ‘A’ ditangkap di rumahnya atas tuduhan menjual narkoba. Ketika sedang menyelidiki ponsel milik ‘A’, polisi menemukan percakapan KakaoTalk antara ‘A’ dan B.I pada bulan April 2016 yang menyiratkan bahwa B.I mencoba untuk membeli narkoba.

Dalam percakapan tersebut, B.I diduga memberitahu ‘A’ bahwa dia menggunakan marijuana dan meminta ‘A’ untuk membelikan LSD untuknya.

Berikut dugaan percakapan mereka:

B.I: Aku ingin menggunakan itu [LSD] selamanya. Apakah obatnya kuat?
A: L [LSD] adalah obat kelas atas di Korea.
B.I: Bukan, bukan itu, haha. Kekuatan obatnya.
A: Aku mengatakan bahwa obatnya sendiri juga kuat.
B.I: Apakah aku bisa mendapatkannya sebanyak yang aku mau?
A: Ya.
B.I: Apakah sebaiknya aku ambil 3? Aku harus menabung. Bisakah aku mendapatkan diskon apabila kau membelinya?
A: Tidak, tapi sekali kau mencoba L, marijuana akan terasa ringan untukmu. Itu bagaimana kau mulai menggunakan kokain. Lalu kau akan mendapatkan masalah.
B.I: Haha, tidak akan. Aku melakukannya karena aku ingin menjadi jenius.
A: Kau akan berakhir seperti OOO, haha.
B.I: Aku akan hanya menggunakan satu jenis saja selama hidupku. Sejujurnya, aku ingin menggunakannya setiap hari, tapi harganya mahal.
B.I: Tapi ketika kau menggunakan L, apakah obat itu menjadikan kau melihat gambar-gambar dan ilusi dan lainnya?

Percakapan lainnya:

B.I: Apakah aku lebih baik langsung membeli banyak? Haha, apakah sebaiknya aku membeli 10?
A: Apakah karena kau terlalu malas untuk membelinya lagi?
B.I: Ya, haha. Itu juga, dan juga aku ingin memiliki [LSD] seharga 1 juta Won.
A: Kau posesif tentang hal-hal aneh.
B.I: Aku sedang mempertimbangkan apakah aku sebaiknya beli 10 atau seharga 1 juta Won.
A: 1 juta Won hanya mendapatkan 6. Harga 10 butir adalah 150 juta Won.
B.I: Itu mahal. Haha. Tidak ada diskon untuk pembelian banyak?
A: Aku akan mencoba bertanya. Itu sebabnya aku menyuruhmu membeli sedikit karena ini adalah pembelian pertamamu.
B.I: Haha, hey, itu bukan aku. Aku harus langsung membeli banyak dari awal. Itulah bagaimana seorang laki-laki seharusnya.
A: Aku akan mencoba bertanya.

Percakapan lainnya:

A: Hey, jangan berbicara mengenai narkoba dengan yang lain.
B.I: Haha, aku bertanya kepadamu karena aku telah menggunakan narkoba bersamamu.
A: Kalau kau terus melakukannya, Akulah yang akan dihajar Yang [Hyun Suk]. Hati-hati.
B.I: Apakah kau bisa mendapatkannya secepatnya?
A: Tapi kau harus menjaga mulutmu.
B.I: Untuk [LSD], aku tidak akan tertangkap apabila aku menjaga mulutku. Kau harus memeriksa tulang belakangmu [untuk mendeteksi LSD].
A: Kau pikir mereka tidak akan melihat ponselmu? Mereka akan melihat percakapan KakaoTalkmu.
B.I: Ya, aku tahun. Aku berada dalam bahaya sekarang. Hapus percakapan ini sekarang.
A: LOL.
B.I: Aku pengecut, jadi hapus itu. Aku sedang di Makau.
B.I: Aku pulang ke Korea pada hari Sabtu dan aku akan membeli beberapa darimu.

Ada sebuah pengakuan dari penjual narkoba ‘C’ yang mengungkapkan nama-nama kliennya yang diduga termasuk nama B.I. Melalui pengakuan ini, polisi menangkap ‘A’ dan menemukan percakapan tersebut di ponselnya.

Pada tanggal 22 Agustus 2016, ‘A’ mengaku bahwa dia mengantarkan LSD ke B.I di depan asrama iKON di daerah Mapo, Seoul pada tanggal 3 Mei 2016. Polisi tidak memanggil B.I untuk menginvestigasinya dan juga tidak menghubunginya.

Mengenai hal ini, polisi menjelaskan bahwa A setelahnya di investigasi ketiga pada tanggal 30 Agustus 2015 mengatakan, “Benar bahwa B.I meminta narkoba, tapi aku sebenarnya tidak membeli apapun untuknya.”

Dispatch mempercayai bahwa sebelum investigasi ketiga, YG Entertainment membayar pengacara untuk ‘A’ dan memintanya untuk mengubah pengakuannya.

YG Entertainment yang dihubungi Dispatch mengatakan, “YG secara ketat mengelola penggunaan obat dari artis kami. B.I tidak punya hubungan dengan kasus narkoba di tahun 2016. YG membeli alat tes narkoba setiap 2 bulan sekali dari Amerika dan melakukan tes narkoba. iKON juga menjalani pemeriksaan urin sebelum kegiatan promosi mereka. Termasuk B.I, tidak ada anggota yang menggunakan narkoba.”

YG menambahkan, “A menyebut nama B.I dalam investigasi polisi untuk mengurangi hukuman kejahatan mereka. Kami mendengar pengakuannya dan kami bertemu A dan memintanya untuk memperbaiki pengakuannya. Itulah sebabnya A mengubah pengakuannya di investigasi ketiga.”